Bulan Madu Usai! Dilema Thomas Tuchel Di Chelsea: Label Pelatih Sukses & Gagal Beriringan

Bulan Madu Usai! Dilema Thomas Tuchel Di Chelsea: Label Pelatih Sukses & Gagal Beriringan

Bulan Madu Usai! Dilema Thomas Tuchel Di Chelsea: Label Pelatih Sukses & Gagal Beriringan

Tuchel di situasi ruwet. Jika tersandung lagi dengan gagal mengamankan empat besar dan trofi Liga Champions, maka dia mendadak dicap pelatih gagal.

Thomas Tuchel berada dalam situasi gamang.

Pria Jerman ini akan dikenang sebagai manajer sukses Chelsea seandainya menutup musim dengan persembahan trofi plus rengkuhan spot empat besar di klasemen akhir, namun dia pun seketika bakal dilabeli juru taktik gagal oleh para fans bila The Blues nirprestasi di periode 2020/21. Kejam memang, tapi demikian adanya.

Untuk perkara yang kedua, Chelsea patut waspada tingkat tinggi. Pasalnya, mereka baru saja kehilangan gelar juara Piala FA setelah dibuat tak berdaya menghadapi Leicester City, Sabtu (15/5), di Wembley.

Raihan negatif itu merupakan kekalahan kedua berturut-turut Si Biru, sekaligus yang pertama kalinya bagi Tuchel sejak mengambilalih posisi Frank Lampard di musim dingin lalu.

Setelah dipukul 1-0 oleh Arsenal dengan cara menyakitkan — yang bisa menghambat harapan Chelsea finis di posisi empat besar — kini anak-anak Tuchel kembali ditaklukkan dengan skor identik kala meladeni laskar Brendan Rodgers. Youri Tielemans menjadi pembeda di laga ini.

Gelandang berpengalaman The Foxes itu mengujam bola secara presisi dari jarak jauh untuk memastikan klubnya merengkuh trofi Piala FA pertama dalam sejarah mereka.

Gol Tielemans di menit ke-63 membuat keunggulan penguasaan bola Chelsea tak ada artinya. Walau tampil dominan, The Blues tak pernah benar-benar bisa mendapatkan peluang emas sepanjang laga.

Tuchel tak punya pilihan selain meninggalkan prinsip-prinsipnya. Dia mengorek seluruh kekuatan yang dimilikinya dengan melakukan hingga lima substitusi. Kai Havertz, Olivier Giroud, Christian Pulisic, Callum Hudson-Odoi dan Ben Chilwell dimainkan di tengah pertandingan alih-alih terjun dari menit awal.

Puncak rasa frustrasi dan moral para pemain Chelesa runtuh ketika gol eks pilar Leicester, Chilwell, dianulir VAR karena dianggap berada dalam posisi offside

Mimpi buruk Chelsea bisa saja berlanjut ketika mereka menghadapi apa yang disebut Tuchel sebagai “dua final”. Pertama, final Piala FA, yang berakhir dengan hasil nestapa. Kedua, Tuchel menatap ‘final’ lainnya menghadapi tim yang sama.

Selasa (18/5) mendatang, Chelsea akan meladeni kembali Leicester di Stamford Bridge dalam pertaruhan posisi empat besar. 

“Tidak ada tim di ranah olahraga yang tak akan pernah kalah,” tegas Tuchel dalam jumpa media pascakekalahan di final Piala FA.

“Sekarang, semua tentang bangkit. Memukul balik dan menunjukkan kembali mentalitas kami pada laga Selasa mendatang,” tambahnya.

Kegagalan di final Piala FA ini sangat mungkin berefek terhadap kepercayaan diri Chelsea, di sisi lain jadi dorongan hebat buat The Foxes jelang lawatan ke London Barat. Sekali Chelsea tersandung kembali, armada London Biru riil dalam bahaya.

Tak adil memang bila melupakan kerja keras Tuchel merakit kembali Chelsea yang berantakan di bawah kepemimpinan Lampard. Tuchel berhasil mengangkat tim dari tangga kesepuluh klasemen ke zona empat besar, serta membawa mereka mengamankan tempat di dua final kompetisi mayor.

Namun bukan sepakbola namanya jika tak menghadirkan drama dan kejutan. Andai Chelsea kembali terpeleset di ‘final kedua’ kontra Leicester Selasa nanti, maka tinggal Liga Champions satu-satunya pelipur lara mereka. 

Kami kehilangan trofi itu [Piala FA] dan kami sangat sedih akan hal itu, akan tetapi kami masih punya kompetisi lain,” ungkap Tuchel.

“Sekarang, kami punya dua final menghadapi Leicester dan Aston Villa, lalu final berikutnya di Liga Champions [kontra Manchester City]. Ada banyak yang harus kami kerjakan dan kami tidak boleh terlalu larut dalam penyesalan,” tegas sang pelatih 47 tahun itu.

Andai trofi Si Kuping Lebar pun lolos, Tuchel siap-siap diplototi sang bos besar Roman Abramovich, sebab eks pelatih Paris Saint-Germain dan Borussia Dortmund itu tinggal selangkah lagi dicap sebagai pelatih sukses Chelsea, namun juga berada di ujung tanduk kegagalan bila edisi 2020/21 dirampungkan dengan tangan hampa.

BACA JUGA : Sadio Mane Tolak Jabat Tangan Jurgen Klopp Di Akhir Laga Manchester United Vs Liverpool, Ada Apa?

Buruan Bosku Bermain dan bergabung bersama kami hanya di Liga pelangi
Karena hanya dengan deposit minimal 50rb saja sudah bisa bermain loh bosku dengan persentase kemenangan yang mudah di dapat di Liga pelangi ya bosku^^

Di ADD ya bosku sosmed / contact kami kalau ada kendala ^^
Setiap Hari Kami ada BC Info Event / Prediksi Jitu , Serta Bonus bonus Menarik 

Line : ligapelangi
WHATSAPP : +62 822 9755 2804
Instagram : ligapelangi88
Twitter : ligapelangi88

Silahkan Di Add Sekarang Bossku ^_^

Buruan Bergabung y Bosku karena tidak akan sia sia bergabung dengan Liga pelangi kemenangan yang mudah di dapat dan dengan Berbagai Bonus yang tersedia Bosku^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *