Liga Champions: Manchester United Dipermalukan Young Boys, Perjudian Strategi Bertahan Aneh Ole Gunnar Solskjaer Berujung Pahit!

Pada 10 menit terakhir, pasukan Ole Gunnar Solskjaer terus menekan pertahanan Southampton yang mampu bertahan dengan gigih. Hingga laga usai, skor 1-1 tidak berubah.

Pada 10 menit terakhir, pasukan Ole Gunnar Solskjaer terus menekan pertahanan Southampton yang mampu bertahan dengan gigih. Hingga laga usai, skor 1-1 tidak berubah.

LIGAPELANGILOUNGE – Kekalahan Manchester United 1-2 dari klub medioker Young Boys pada laga perdana penyisihan Grup F Liga Champions 2021-2022 di Stade de Suisse Wankdorf, Rabu (15/9/2021) dini hari WIB, terasa menyesakkan. Bagaimana tidak? Setan Merah sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Cristiano Ronaldo pada menit  sebelumnya skor berbalik di pengujung laga.

Young Boys tidak hanya sukses menyamakan kedudukan lewat gol Nicolas Ngamaleu (66′) namun mereka bisa menutup laga dengan kemenangan lewat lesakan gol Theoson Jordan Siebatcheu pada masa injury time.

Petaka berawal dari kartu merah yang didapat Aaron Wan-Bissaka pada menit ke-35. Permainan menyerang United rusak sepeninggal sang bek sayap kanan.

Keputusan Ole Gunnar Solskjaer bermain bertahan dengan menarik seabrek pemain penting Manchester United membuat permainan tuan rumah berkembang.

Begitu Wan-Bissaka diusir wasit, Ole langsung menarik Jadon Sancho dan menggantikannya dengan Diogo Dalot yang bermain di posisi yang sama dengan Wan-Bissaka.

Lebih nyeleneh lagi memasuki babak kedua pelatih asal Norwegia itu menarik gelandang agresif Donny van de Beek digantikan Raphael Varane

Tak berhenti sampai di situ, ia juga mengantikan Ronaldo dengan Jesse Lingard (menit 72) dan Bruno Fernandes untuk Nemanja Matic di saat bersamaan. Praktis pergantian itu membuat kreativitas permainan Manchester United padam.

Hanya 2 Tembakan Tepat Sasaran Sepanjang Laga

Makin aneh pada menit terakhir ia memasukkan penyerang Anthony Martial dengan Fred pada menit ke-89. Sebuah keputusan yang terlanbat karena Young Boys sudah telanjur menguasai jalannya laga.

Agak mengenaskan melihat catatan statistik. United yang bertabur bintang kalah penguasaan bola 47 persen berbanding 53 persen menurut catatan statistik Live Score.

Menepinya Ronaldo dan Fernandes kelihatan sekali membuat daya dobrak Red Devils menurun draktis. Sepanjang laga Manchester United hanya melayangkan 2 tembakan tepat sasaran (salah satunya saat gol CR7).

Pembelaan Sang Pelatih

Jika melihat komposisi starting XI, ada kesan Ole Gunnar Solskjaer. Tumben-tumbenan sang mentor memasang Donny van de Beek, yang selama ini jadi spesialis cadangan. Ia mendorong Paul Pogba jadi winger sayap kiri, dan membiarkan kombinasi Donny dan Fred di posisi gelandang kembar formasi 4-2-3-1.

Pilihan strategi ini terasa kurang agresif. United sejatinya masih punya Mason Greenwood sebagai penyerang sayap yang belakangan punya rapor bagus. Tapi ia justru jadi penghangat bangku cadangan.

Keputusan Victor Lindeloef di jantung pertahanan dan mencadangkan Varane terasa menjadi sebuah blunder. Bek asal Prancis itu tampil bagus di laga Premier League melawan Newcastle United. Ia adalah bek matang pengalaman di pentas Liga Champions.

Ole dalam sesi wawancara usai laga mengkambinghitamkan insiden kartu merah. “Pertandingan yang sulit bagi kami. Setelah unggul terlebih dahulu kami berfikir untuk bermain lebih ofensif, namun kemudian ada kartu merah. Pertandingan berubah.”

Sang manajer berkilah, keputusan menarik sejumlah pemain berkarakter menyerang karena melihat potensi bahaya permainan sayap kubu lawan. “Perubahan terpaksa dilakukan setelah melihat sejumlah ancaman dari sisi melebar di sepanjang babak pertama. Sayang kelengahan kami dalam bertahan membuat mereka bisa membuat dua gol,” ujar  Ole Gunnar Solskjaer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *